RSS Feed

Sabtu, 18 Desember 2010

 Mooi Indie
Mooi indie yang dalam bahasa Indonesia berarti hindia molek atau Indonesia jelita adalah cara pandang seorang seniman terhadap karya seni lukis yang menampilkan atau menggambarkan keindahan alam yang ada di hindia belanda(sebutan bagi Negara jajahan belanda) atau Indonesia.
Istilah mooi indie muncul sekitar tahun 1920 sampai dengan 1938-an. Pada mulanya istilah Mooi Indie pernah dipakai untuk memberi judul reproduksi sebelas lukisan pemandangan cat air Du Chattel yang Amsterdam tahun 1930. Namun demikian istilah itu menjadi popular di Hindia Belanda semenjak S. Sudjojono memakainya untuk mengejek pelukis-pelukis pemandangan dalam tulisannya pada tahun 1939. Dia mengatakan bahwa lukisan-lukisan pemandangan yang serba bagus, serba enak, romantis bagai di surga, tenang dan damai, tidak lain hanya mengandung satu arti: Mooi Indie (Hindia Belanda yang Indah), padalah kenyataannya sangat berbeda 180 derajat yang pada saat itu penindasan yang terjadi di hindia belanda oleh penjajah belanda.
paham mooi indie menggunakan gaya naturalistic yang sama dengan Raden Saleh dan merupakan kontinunitas dari gaya Raden Saleh, mengapa demikian, karena sepeninggalanya Raden Saleh pada tahun 1877 hanya sedikt yang melanjutkan melukis dengan gaya naturalistic, setelah 50 tahun sepeninggalnya Raden Saleh barulah meuncul senima seniman baru yang menggunakan gaya naturalism, yang terkenal dengan aliran mooi indie adalah R. Abdullah Suryosubroto(1878-1914), Wakidi (1889-1979) dan Raden Mas Pirngadi (1875-1936) .

 Latar Belakang Munculnya Mooi Indie
Munculnya istilah mooi indie di indonesia tidak dengan tiba-tiba tetapi juga tidak direncanakan karena ada sebab pastilah ada akibat, pada pertengahan  abab 19 banyak pelukis yang datang ke hindia belanda(  (indonesia yang masih dijajah oleh belanda) karena panorama alam dan kebudayaan yang eksotik  di hindia belanda, hal tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah belanda yang ingin menciptakan negara jajahan ataun hindia belanda yang tentram, adem ayem dan tanpa pemberontakan, dan dari usaha pemerintah belanda tersebut akhirnya indonesia banyak dikunjungi oleh turis asing yang ingin menikmati eksotikan indonesia. karena banyaknya turis-turis yang datang ke indonesia dan keinginan para turis tersebut untuk membawa kenang-kenagan untuk dibawa pulang ke negara asalnya, pemerintah belanda pun memiliki ide untuk mendapat keuntungan dari para turis-turis yang datang, dengan cara bekerja sama dengan para pelukis yang ada di indonesia baik itu pelukis asing maupun peribumi untuk mengeksploitasi eksotika panorama alam dan kebudayaan indonesia ke dalam kain vas dan kemudian untuk dijual kepada turis-turis yang datang ke indonesia.  
Yang melatar belakangi munculnya istilah mooi indie tidak hanya berasal dari internal kepemeritahan penjajahan belanda tetapi ada juga yang berasal dari eksternal kepemerintahan penjajahan belanda yaitu pengaruh dari penelitian wallace tentang nusantara. Dalam bukunya “kepulauan nusantara” peneliti yang mempunyai nama lengkap Alfred Russel wallace yang membagi nusantara menjadi empat bagiaan itu mengatakan bahwa nusantara adalah negeri yang tidak cepat bebrubah, Dari setatement tersebut mooi indie juga berkembang.

 Tema dan Ciri-ciri Seni Lukis Mooi Idie
Untuk mengenali lukisan-lukisan mooi indie dapat dilihat dari penampilan fisiknya, obek yang ditampilkan oleh pelukis pada jaman mooi indie adalah landscape(pemandangan) alam yang kebanyakan dihiasi oleh gunung-gunung, pepohonan, sawah, telaga, sunga dan semua pemandangan alam yang eksotis yang ada di hindia belanda, selain itu para pelukis mooi indie juga menampilkan kecantikan dan eksotika gadis-gadis perimbumi dalam rutinitas sehari-hari, sebagai penari atau pun dalam kedaan setengah busana. Tidah kalak dengan kaum hawa, laki-laki peribumi pun sering menjadi objek lukisan di zaman tersebut. Biasanya laki-laki dilukis sebagai orang desa, penari atau sebagai bangsawan yang direkam dalam seting hindia belanda.
Dalam menampilkan objek dalam lukisanya, para pelukis mooi indie menggunakan warna-warna yang terang dan terkesan mengejar cahaya yang terang. Selain penggunaan warna mereka juga  menempatkan obyek-obyek dalam komposisi yang formal, seimbang, sehingga menghasilkan suasana tenang. sedangkan, komposisi yang mengarah pada struktur diagonal atau bloking objek-objek dari sudut kanvas untuk menimbulkan suasana tegang dan dramatis jarang dipakai dalam melukiskan lukisan mooi indie.

 Tokoh-Tokoh Pelukis Mooi Indie
Para pelukis yang beraliran mooi indie sebenarnya di bagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok petama diisi dengar orang asing yang datang dari luar begeri yang jatuh cinta dengan negeri ini dan menemukan obyek-obyek yang cocok untuk dilukis, kelompok yamg kedua adalah orang-orang belanda kelahiran hindia belanda, sedangkan kelompok ketiga adalah orang peribumi yang bebakat melukis dan mendapat ketrampilan dari dua kelompok di atas, sedangkan kelompok yang terakhir adalah orang orang  cina yang mulai muncul pada dasawarsa ketiga abad 20an.
Terlepas dari pengglompokan pelukis bedasarkan kewarganegaraanya, terdapat tiga pelukis yang terkenal pada zaman mooi indie yaitu :
  1.   R. Abdullah Suryosubroto (1878-1914).Raden abdullah suryosubroto adalah pelukis yang lahir pada tahun 1878 di semarang, beliau adalah seorang putra dari tokoh nasionalis terkenal yaitu dr. Wahidi Sudirohusodo. Raden abdullah suryosubroto adalah lulusan kedokteran di belanda tetapi sepulnganya ia ke indonesia ia memilih menjadi pelukis ia juga dikenal sebagai pelukis pertama abad 20 setelah raden saleh mengawali di tengah abad 19. Raden Abdullah Sryosubroto juga dikenal sangat piawai  dalam menggambarkan keindahannya secara terperinci. Abdullah wafat pada 1914, namun pekerjaannya sebagai pelukis aliran realis-naturalis nantinya dilanjutkan oleh puteranya, Basoeki Abdullah (1915-1993).
  2.    Wakidi (1889-1979).Wakidi lahir di plaju, sumatra barat pada tahun 1889, namun orang tuanya berasal dari semarang dan ia menetap di padang, mutra barat. Ia mulai mengenyam masa pendidikanya pada tahun 1903 di Kweekschool yaitu sekolah pendidikan guru yang berdiri pada tahun 1873. disekolah ini lah wakidi menekuni dan mendalami pelajaran menggambar dan melukis, kerja keras tersebut tidak sia-sia, sebab setelah tamat dari sekolah btersebut wakidi langgsung mendapat tawaran untuk menjadi guru lukis di sekolah tersebut.  Seiring dengan waktu yang berjalan wakidi pun menerima tawaran untuk mengajar di INS Kayu tanam yang didirikan oleh M.Syafei pada tahun 1926. disana wakidi juga menjadi guru favorit oleh kebanyakan muridnya
  3. Mas Pirngadi (1875-1936).Mas Pirngasi lahir di keluarga ningrat pada tahun1875, Mas Pirngadi belajar melukis pada pelukis belanda yaitu du chattel, stelah itu ia mengajar melukis, yang pernah menjadi muridnya yaitu sudjono dan suromo. Mas pirngasi sangat piawai dalam melukis orang dan pemandangan,  selain  itu ia juga membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan karya yang terperinci untuk royal batavia society for art dan sciences and the archeological service. 
Namun dalam melukis pemandangan alam, Abdullah dan Wakidi nampak lebih produktif maupun berkemampuan dibanding dengan Pirngadi yang tersita oleh pekerjaan rutinnya sebagai ilustrator museum antropologi di Jakarta.

 Pengaruh Mooi Indie
Dalam perkembangan seni rupa indonesia, mooi indie memiliki peranan penting, sebab aliran mooi indie memiliki dampak yang sangat bagus dalam perkembangan seni rupa, dari aliran mooi indie ini munculah seniman seniman yang bercorak naturalis dan realis, sebut saja Raden Basuki abdullah anak dari Raden Abdullah Suryosubroto, ia bertekat untuk melanjutkan garis karya ayahnya walapun ia tidak pernah bertemu ayahnya karena wafat, Selain Basoeki Abdullah, para pelukis lain yang masih meneruskan gaya realisme adalah R.M. Surjo Subanto yang juga berkesempatan belajar di negeri Belanda dengan beberapa karyanya, seperti potret ”Wanita dalam Baju Kurung”, dan masih banyak yang lainya. Selain itu dari aliran mooi indie juga melahirkan corak lukisan Sokaraja Banyumas Dan memperkaya corak seni bali yang sudah ada,yang diawali kedatangan pelukis asal jerman yang bernama Walter Spies ke bali untuk memenuhi undangan dari raja Ubud Cokorda Gede Raka Sukawati.
Selain itu ada dampak negatif yang muncul dari aliran mooi indie, yaitu penentangan terhadap mooi indie yang di pelopori oleh S.Sudjojono sehinngga melahirkan perkumpulan baru yaitu persatuan ahli gambar Indonesia atau lebih dikenal dengan nama PERSAGI.

 Penentangan Terhadap Mooi Indie
Mooi indie adalah aliran seni lukis yang banyak diminati oleh para turis di eranya namun bukan berarti mooi indie tidak memiliki kontra dalam pekembangannya mooi indi justru di katakan aliran yang tidak nasionalisme, mendukung kepermerintahan belanda.
Dikalangan seniman orang yang sangat tidak setuju dengan aliran mooi indie adalah S.Sudjojono seorang seniman yang merangkap sebagai kritikus yang memiliki pedas, murid Mas Pirngadi ini berpendapat bahwa lukisan mooi indie tidak mengungkapkan alam dan jiwa masyarakat indonesia sebenarnya melainkan, yang di gambarkan itu bukanlah timur melainkan representasi tentang Timur. Para pelukis orientalis itu selalu menggambarkan alam Indonesia yang bertumpu pada trinitas suci, pohon kelapa, gunung, sawah. S.Sudjojono juga menilai bahwa lukisan mooi indie tidak mencerminkan kenyataan bangsa, harusnya seniman juga melukiskan kehidupan nyata masyarakat indonesia yang pada saat itu di jajah oleh belanda, tema dari lukisan yangmengambarkan eksotika panorama alam hanya cocok untuk kegiatan pariwisata, dan aliran mooi indie akan menghilangkan idea dalam berkarya karena selalu menggambarka eksotika panoarma alam indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar